Pages

 
Tuesday, April 9, 2013

Indonesia - Selandia Baru Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM

0 comments
Pada bulan April 2012, kemdikbud yang mewakili Indonesia dengan Victoria University of Wellington Selandia Baru mewakili pemerintah Selandia Baru mengadakan kerjasama dalam pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Dokumen pertama ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud mewakili pemerintah Republik Indonesia dan Victoria University of Wellington Selandia Baru mewakili pemerintah Selandia Baru. Sedang dokumen kerja sama pendidikan dan sains ditandatangani Victoria University of Wellington dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Indonesia dan Selandia Baru telah menjalin kerja sama selama kurang lebih 55 tahun. Hingga saat ini, ada 600 orang mahasiswa Indonesia sedang belajar di Selandia Baru. Staf Ahli Mendikbud bidang Kerjasama Luar Negeri Kacung Maridjan mengatakan, secara akademik mahasiswa Indonesia mampu mengikuti sistem pendidikan di Selandia Baru. “Dari laporan yang kita punya, mereka di sana mampu memperoleh nilai yang baik,” ujarnya saat mendampingi perwakilan dari Selandia Baru bertemu wartawan.

Setelah prosesi penandatanganan dokumen kerja sama, kedua negara melanjutkan pertemuan dengan workshop pendidikan yang membahas rencana kerja sama bidang pusat kajian Indonesia, geotermal, politeknik, pusat kajian Islam, pendidikan anak usia dini, pelatihan guru dan pendidikan advokasi.

Pembahasan dilakukan beberapa perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari kedua negara. Victoria University of Wellington, Auckland University of Technology, Messey University, Cognition Education, Academic Colleges Group, dan Education New Zealand, mewakili Selandia baru. Sedangkan dari Indonesia diwakili Kemdikbud, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITSI, Universitas Airlangga, Universitas Atmajaya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Paramadina, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Trisakti.


Kemdikbud




Indonesia - Amerika Serikat Kerja Sama Penelitian

0 comments
Indonesia dan Amerika Serikat membuka akses bagi mahasiswa dari kedua negara untuk saling bertukar ilmu dan melakukan penelitian bersama. Kesempatan tersebut dituangkan dalam nota kerja sama antara Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Universitas Hawaii, yang ditandatangani Wakil Rektor Universitas Binus dan perwakilan dari Universitas Hawaii pada tahun 2012.

Penandatanganan kerja sama pendidikan ini merupakan satu dari belasan kerja sama lain yang dilakukan dalam kunjungan joint council ke Indonesia. Kerja sama ini lebih diarahkan pada kerja sama antar universitas. Dirjen Dikti Djoko Santoso, mengatakan tujuan penting dari kerja sama ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan dengan pendekatan pertemanan kedua negara. “Intinya kita mencari teman,” ujarnya kepada media seusai menyaksikan penandatanganan nota kerja sama.

Dirjen menjelaskan, program pertukaran mahasiswa ini akan dibiayai masing-masing negara, dan berlaku untuk mahasiswa yang akan melanjutkan ke jenjang S2 dan S3. “Dananya dari anggaran negara untuk pendidikan,” tutur mantan Rektor Institut Teknologi Bandung ini.

Djoko menjelaskan, U.S-Indonesia Joint Council ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan bagi kedua negara, melalui pertukaran mahasiswa, kerja sama penelitian, dan program lainnya.

Kerja sama ini diharapkan mampu membawa ilmu baru bagi pengembangan tiga bidang prioritas pemerintah saat ini yaitu sains, teknologi, dan pertanian. Dari sisi Amerika Serikat, mahasiswa-mahasiswa Amerika Serikat tertarik untuk belajar budaya, seni, dan bahasa di Indonesia. “Tujuan akhir dari program ini adalah untuk memperbanyak jumlah mahasiswa Amerika yang ke Indonesia, maupun mahasiswa Indonesia ke Amerika,” kata Bernard.


Kemdikbud




Wednesday, December 5, 2012

Aturan Insentif bagi Guru di Sekolah Luar Negeri

0 comments
Sebagaimana di Tanah Air, Pemerintah Indonesia juga peduli meningkatkan kesejahteraan guru di Luar Negeri. Salah satua contohnya pemberian insentif untuk meningkatkan kinerja serta memberikan penghasilan yang layak bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri. Yang dimaksudkan dengan satuan pendidikan Indonesia di luar negeri adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan di luar negeri. Insentif bagi pendidik Indonesia di luar negeri berupa pemberian sejumlah dana tertentu dari Pemerintah melalui alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemberian insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri diselenggarakan dengan tujuan untuk:

a. meningkatkan kesejahteraan; dan

b. meningkatkan kinerja pendidik menuju peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

Pendidik warga negara Indonesia yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri diberikan insentif selama yang bersangkutan melaksanakan tugas.

Pendidik Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud adalah:

a. pegawai negeri sipil (PNS); atau

b. bukan PNS.

Besaran insentif per bulan bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Sumber dana pemberian insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri dibebankan pada APBN.

Pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri ini dilakukan oleh aparat kepengawasan fungsional dan/atau unit utama yang mengelola anggaran insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri.

Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme pemberian insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri diatur dengan Petunjuk Teknis. Petunjuk Teknis tersebut ditetapkan oleh pemimpin unit utama yang mengelola anggaran insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri.

Sumber :Permendiknas REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012, download

Aturan Gaji dan Insentif bagi Guru di Sabah Malaysia

0 comments
Pemerintah menetapkan kebijakan Gaji dan Insentif bagi Pendidik di Sabah Malaysia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kinerja serta memberikan penghasilan yang layak bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia. yang dimaksudkan satuan pendidikan di Sabah-Malaysia adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan di Sabah-Malaysia. Gaji dan insentif bagi pendidik Indonesia di Sabah-Malaysia adalah pemberian sejumlah dana tertentu dari Pemerintah melalui alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemberian gaji dan insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia diselenggarakan dengan tujuan untuk:

a. meningkatkan kesejahteraan; dan

b. meningkatkan kinerja pendidik menuju peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

Pendidik warga negara Indonesia yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia diberikan gaji dan insentif selama yang bersangkutan melaksanakan tugas.

Pendidik Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud adalah:

a. pegawai negeri sipil (PNS);

b. bukan PNS yang dikirim dari Indonesia atau yang telah menetap di Sabah-Malaysia.

Besaran gaji Pendidik bukan PNS yang dikirim dari Indonesia pada Pusat Kegiatan Belajar (Community Learning Center) sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

Besaran insentif per bulan bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di luar negeri diatur sebagai berikut:

a. Guru PNS untuk Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah);

b. Kepala sekolah untuk Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah);

c. Pendidik bukan PNS yang telah menetap di Sabah-Malaysia yang bertugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan Indonesia di Pusat Kegiatan Belajar (Community Learning Center) diberikan insentif sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Sumber dana pemberian gaji dan insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia dibebankan pada APBN.

Pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri ini dilakukan oleh aparat kepengawasan fungsional dan/atau unit utama yang mengelola anggaran insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia. Ketentuan lebih lanjut mengenai mekenisme pemberian gaji dan insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia diatur dengan Petunjuk Teknis. Petunjuk Teknis ditetapkan oleh pemimpin unit utama yang mengelola anggaran gaji dan insentif bagi pendidik yang bertugas pada satuan pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia.

Sumber :Permendiknas REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2012, download

Saturday, November 24, 2012

Kisi-kisi Soal UN 2013

0 comments
Sebagaimana di Tanah Air, Ujian Nasional (UN) di sekolah Indonesia luar negeri juga merupakan kegiatan yang wajib ditempuh oleh seluruh siswa agar dapat meneruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Pemerintah Republik Indonesia menetapkan UN sebagai salah satu cara untuk mengetahui kompetensi para pelajar Indonesia. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 pasal 63 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa penilaian terhadap siswa dilakukan oleh guru, satuan pendidikan sekolah, dan pemerintah melalui UN.

Sebagai contoh kegiatan menyambut UN tahun 2013 adalah kegiatan pembelajaran di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan sejumlah Community Learning Center (CLC) yang tersebar di seluruh wilayah Sabah Malaysia. bagi mereka ini menjadi UN pertama yang akan dihadapi oleh siswa-siswa Indonesia di Sabah. Sebuah kesempatan yang luar biasa bagi siswa Indonesia di tanah Sabah karena berkesempatan mengikuti UN; tidak semua siswa yang bersekolah di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) memiliki kesempatan yang sama. Kesempatan yang luar biasa ini serentak membangkitkan perasaan siaga di kalangan para pendidik dan siswa Indonesia di negeri Sabah untuk berusaha menghadapi UN 2013.

Untuk gambaran soal Ujian Nasional 2013, Pemerintah Indonesia telah mempublikasikan Kisi-kisi Soal UN 2013 yang akan sangat berguna untuk komunitas sekolah di berbagai sekolah Indonesia yang tersebar di luar negeri. Silakan di download dan dipelajari Kisi-kisi Soal UN 2013 untuk setiap jenjang pendidikan yang ada di sekolah Indonesia di Mancanegara :



  1. Download Kisi-kisi UN SD / MI 2013

  2. Download Kisi-kisi UN SMP / MTs 2013

  3. Download Kisi-kisi UN SMK 2013

  4. Download Kisi-kisi UN SMA / MA 2013

  5. Download SK Bsnp tentang Kisi-kisi

Sebagai tambahan beberapa kegiatan mempersiapkan UN 2013 telah dilakukan juga di luar negeri. Contohnya di Sabah mengadakan lokakarya (workshop). Dimana panitia membagi peserta yang hadir menjadi dua kelompok;

1) Kelompok Micro Teaching, dan

2) Kelompok Perumus Soal.

Kelompok pertama akan diberi materi tentang “tips dan trik mengajar “ yang akan dilanjutkan dengan micro teaching oleh masing-masing peserta workshop. Panitia memberikan kesempatan selama 30 menit bagi setiap peserta untuk melakukan praktik mengajar.

Kelompok kedua dibagi kembali menjadi empat kelompok berdasarkan jenis soal yang terdapat dalam UN; 1) Kelompok IPA, 2) Kelompok Matematika, 3) Kelompok B. Indonesia, dan 4) Kelompok B. Inggris.

Demikian info kisi-kisi UN 2013 kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi para pembimbing siswa di sekolah Indonesia di luar negeri dalam mempersiapkan para muridnya mencapai sukses dalam ujian nasional tahun 2013 di berbagai jenjang pendidikan, Amin Ya Rabbal Alamin!

Ujian Nasional di Sekolah Indonesia

0 comments
Penyelenggara UN adalah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian Republik Indonesia, Perguruan Tinggi Negeri, dan Pemerintah Daerah, yang dalam pelaksanaannya terdiri atas Penyelenggara UN Tingkat Pusat, Penyelenggara UN Tingkat Provinsi, Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota, dan Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah. Dalam penyelenggaraan ujian nasional di sekolah Indonesia yang berada di luar negeri, Penyelenggara UN Tingkat Pusat mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menyiapkan, menggandakan, dan mendistribusikan seluruh soal untuk Sekolah Indonesia di luar negeri dengan menggunakan master soal yang ditetapkan BSNP.

Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah di sekolah Indonesia di luar negeri ditetapkan oleh Kepala Sekolah/Madrasah penyelenggara UN, yang terdiri atas unsur-unsur:

a. Kepala Sekolah/Madrasah dan guru dari sekolah/madrasah penyelenggara UN yang bersangkutan;

b. Kepala Sekolah/Madrasah dan guru dari Sekolah/Madrasah lain yang bergabung.

Mereka mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan UN di sekolahnya. Salah satu bentuk tanggung jawabnya adalah berkewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan UN kepada Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota, khusus untuk sekolah Indonesia di luar negeri, kepada Perwakilan RI setempat.

Sedangkan yang ditetapkan sebagai penyelenggara UN Sekolah Indonesia di Luar Negeri diantaranya sebagai berikut:

  1. S.I. Wassenaar
  2. S.I. Moskow
  3. S.I. Cairo
  4. S.I. Riyadh
  5. S.I. Jeddah
  6. S.I. Islamabad
  7. S.I. Yangoon
  8. S.I. Bangkok
  9. S.I. Kuala Lumpur Lorong Tun Ismail 50480
  10. S.I. Singapura
  11. S.I. Tokyo
  12. S.I. Damascus
  13. S.I. Davao

Para siswa yang lulus ujian nasional di sekolah Indonesia luar negeri, untuk yang lulusan SMA/MA/sederajat banyak juga yang melanjutkan pendidikan di Tanah Air. Bahkan untuk SIM Moskow bisa dikatakan sebagian besar siswa SIM yang lulus SMA melanjutkan pendidikan mereka di salah satu perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Misalnya pada tahun 2009, 2 (dua) orang siswa lulusan SIM diterima di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), dan Fakultas Ekonomi Universitas Al-Azhar Jakarta. Lulusan SMA SIM tahun sebelumnya yang berjumlah 3 orang, dua diantaranya melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Komunikasi Universitas Persahabatan Bangsa-bangsa Rusia (RUDN), serta seorang diterima di FISIP Universitas Indonesia. Tahun 2007, lulusan SMA SIM hanya 1 orang, juga melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran RUDN.

Sementara itu, lulusan SMP dan SD Sekolah Indonesia Moskow sebagian tetap melanjutkan pendidikan mereka di SIM, kecuali bila masa tugas orang tua telah berakhir. Seperti Ma’arif Sukma Indrawan, lulusan SMP SIM yang melanjutkan pendidikan SMA nya di salah satu SMA Unggulan Tangerang karena bertepatan dengan selesainya masa tugas orang tua pada bulan Juni 2009.

Jadi, tamatan SIM tidak mengalami kendala bila ingin melanjutkan pendidikannya, baik di Negara dimana SIM berada, maupun di dalam negeri.

Website Archive

 
Sekolah Indonesia Luar Negeri © 2011 Design by World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends