Pages

 
Tuesday, September 18, 2012

Jumlah Sekolah Indonesia di Luar Negeri Bertambah

1 comments

Semenjak tahun 2007 karena hambatan pendanaan dan kebijakan negara setempat membuat pemerintah baru bisa mendirikan sekitar 14 sekolah khusus bagi anak-anak Indonesia yang mengikuti orang tuanya yang bekerja di luar negeri. Menurut Pemerintah selain pendanaan dan kebijakan pendidikan di negara setempat, jumlah murid yang terbatas di tiap-tiap negara juga menyebabkan sekolah semacam ini perlu penanganan lebih khusus.

Dengan berdirinya Sekolah Indonesia di Kinabalu Sabah pada tahun 2012, maka jumlah sekolah Indonesia di luar negeri bertambah menjadi 15 sekolah. Lokasi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu terletak di Kampung Melawa, Sepangar dengan luas sekitar 1.5 hektar yang dapat digunakan selama 99 tahun dan ijin penggunaannya dapat diperpanjang kembali.

Berikut kami sampaikan Ke-15 sekolah Indonesia yang tersebar di Asia, Eropa dan Afrika :

Berikut kami sampaikan beberapa sekolah Indonesia yang tersebar di Asia, Eropa dan Afrika :


  1. Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur (Malaysia),

  2. Sekolah Indonesia di Bangkok (Thailand),

  3. Sekolah Indonesia di Davao (Filipina),

  4. Sekolah Indonesia di Tokyo (Jepang),

  5. Sekolah Indonesia di Yangoon (Myanmar),

  6. Sekolah Indonesia di Jeddah dan Riyadh (Arab Saudi ),

  7. Sekolah Indonesia di Kairo (Mesir),

  8. Sekolah Indonesia di Denhaag (Belanda),

  9. Sekolah Indonesia di Damaskus (Siria),

  10. Sekolah Indonesia di Moskow (Rusia),

  11. Sekolah Indonesia di Beograd (Yugoslavia),

  12. Sekolah Indonesia di Singapura,

  13. Sekolah Indonesia di Wassenar (Belanda), dan

  14. Sekolah Indonesia di Kinabalu Sabah



Dari jumlah itu, sekolah-sekolah yang memakai sistem pendidikan yang sama dengan di Indonesia relatif sedikit bahkan mungkin hanya sekolah di Kuala Lumpur yang memiliki jenjang sebagaimana layaknya sekolah-sekolah di tanah air.

Kendala paling utama, karena pemerintah sekolah bersangkutan melarang berdirinya sekolah-sekolah semacam itu. Selain itu, karena jumlah siswanya terbatas, maka satu kelas kerap diisi oleh berbagai tingkatan usia dan kelas.

Karena itu, sekolah-sekolah semacam itu dianggap lebih cocok jika menggunakan sistem pendidikan layanan khusus atau pendidikan khusus.

Untuk meningkatkan pendidikan layanan khusus bagi sekolah Indonesia di luar negeri, maka pada tahun 2007 Depdiknas melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa menyalurkan block grant yang berasal dari APBN Perubahan 2007.

Layanan pendidikan ini termasuk bagi anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) diluar negeri seperti di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Jeddah yang akan memperoleh pendidikan layanan khusus (PLK) atau sekolah khusus mulai 2007. Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa mendapat tambahan dana APBN Perubahan 2007 ini sebanyak Rp25 miliar. Dana tersebut diantaranya akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri, khususnya anak-anak TKI yang selama ini sangat sulit mendapat pendidikan karena peraturan negara setempat.

Related Articles:

One Response so far.

  1. Bagaimana caranya menjadi guru Sekolah Indonesia di luar negeri?

Leave a Reply

Website Archive

 
Sekolah Indonesia Luar Negeri © 2011 Design by World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends