Pages

 
Sunday, September 23, 2012

RI-Belanda Desain Digitalisasi Manuskrip Warisan Budaya

0 comments

Naskah-naskah kuno (manuskrip) sangat penting artinya untuk pelestarian warisan budaya. Saat memberikan pernyataan pers penutupan Asia Europe Meeting Cultural Ministers Meeting (ASEM-CMM) ke-5, Rabu (19/9), Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan (Wamenbud) Ibu Wiendu Nuryanti membahas kerja sama Indonesia-Belanda mengenai pengelolaan manuskrip milik Indonesia yang berada di negeri Belanda. Direktur Jenderal Warisan Budaya Belanda, Sander Bersee, mengatakan tujuan program kerja sama adalah agar kedua negara bisa saling gunakan untuk penelitian, dan pembelajaran. Wiendu juga menyatakan kerja sama akan dilakukan dalam bentuk digitalisasi manuskrip Indonesia. Saat ini Belanda memiliki pusat budaya Indonesia bernama Koninklijk Instituut voor Taal en Volkenkunde (KITLV). Digitalisasi manuskrip akan dilakukan pada seluruh warisan budaya Indonesia di KITLV. "Kita akan satelitkan semua, jadi di sini dan di sana bisa digunakan untuk penelitian, dan pembelajaran," jelas Wiendu seraya menegaskan, Indonesia tetap menjadi pihak yang mengontrol digitalisasi tersebut. Dewasa ini terdapat sebanyak 7.000 manuskrip kuno milik Keraton Yogyakarta yang berada di negara Belanda dan Inggris. Manuskrip kuno tersebut dibawa saat melakukan penyerangan ke Keraton pada tahun 1812, di bawah Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Related Articles:

Leave a Reply

Website Archive

 
Sekolah Indonesia Luar Negeri © 2011 Design by World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends