Pages

 
Sunday, September 16, 2012

Sekolah Indonesia Luar Negeri

0 comments



Diantara ribuan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, orang mungkin tak begitu banyak yang memahami keberadaan sekolah indonesia luar negeri. Sekolah Indonesia di luar negeri awalnya menurut sejarah memang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan nasional anak-anak diplomat dan staf lokal KBRI setempat, serta orang Indonesia yang kebetulan bekerja di negara terkait.

Tetapi dewasa ini, mau tidak mau SILN menjadi salah satu fungsi pelayanan pendidikan bagi siapapun warga negara Indonesia (termasuk anak-anak TKI / Tenaga Kerja Indonesia), disamping menjadi organ perwakilan untuk melaksanakan missi soft diplomacy, khususnya dalam penetrasi kebudayaan.

Sekolah Indonesia di luar negeri berstatus sebagai sekolah swasta berbantuan yang penyelenggaraan dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari masyarakat Indonesia di negara setempat, tentu termasuk didalamnya, adalah pihak perwakilan Republik Indonesia (KBRI).

Sedangkan bantuan teknis diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud) dalam bentuk pengadaan buku-buku pelajaran, pengadaan peralatan dan sarana pendidikan, penugasan PNS untuk diperbantukan sebagai kepala sekolah dan atau guru.

Eksistensi sekolah indonesia di luar negeri pada hakekatnya mempunyai peran yang tidak berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya di dalam negeri, yaitu diharapkan untuk bisa turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanahkan dalam UUD 45 bagian Pembukaan.

Lebih jauh tentunya SILN juga dituntut dapat mewujudkan pendidikan sebagaimana disebutkan dalam undang-undang sisdiknas bab II pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional yang antara lain untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sebagaimana diketahui peserta didik SILN sangat beragam (khususnya bagi negara-negara tujuan tenaga kerja Indonesia) dari mulai anak lokal staff, home staff KBRI, ekspatriat, sampai anak-anak TKI yang bekerja secara informal di luar negeri.

Belum lagi lingkungan negara berkaitan yang tradisi dan budayanya sama sekali berbeda dengan budaya nusantara yang ada di Indonesia, sehingga kendala yang dihadapi SILN dalam mendidik karakter anak bangsa sangat terasa sekali.

Lebih-lebih untuk mencapai tiga kelompok konsep yang akan dikembangkan dalam pendidikan karakter yaitu; Pendidikan karakter yang menumbuhkan kesadaran sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, Pendidikan karakter tentang keilmuan dan teknologi, serta Pendidikan karakter untuk mencintai bangsa dan negara Indonesia.

Namun demikian, tantangan adalah tantangan, yang harus dicarikan solusi dan jalan keluarnya. Pilihannya adalah kita mau berusaha atau tidak, ibarat orang mendengar jam weker: kita mau bangun atau tidak dari tempat tidur kita, tergantung sepenuhnya oleh kita manusianya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tantangan yang memiriskan dalam mendidik anak-anak generasi mendatang, jawabannya hanya berusaha sekuat tenaga yang mampu untuk menyelamatkan anak bangsa atau kita berpura-pura tidak tahu dan membiarkan apa adanya, alias berjalan secara alamiah.

Related Articles:

Leave a Reply

Website Archive

 
Sekolah Indonesia Luar Negeri © 2011 Design by World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends